Tugas SIP 1.

Nama : Gilang Pratama

Kelas : 4KA33

Npm : 14114555

  1. Jelaskan perbedaan antara M-banking dan E-banking?
  2. Jelaskan perbedaan antara I-banking dan E-banking ?
  3. Sebutkan kelemahan dan kelebihan M-banking dan E-banking ?
  4. Contoh kasus pencurian M-banking,ebanking, dan ATM ?
  5. Berikan contoh kasus peritungan bunga harian,bunga bulanan, bunga tahunan?

Jawab :

  1. Pengertian M-Banking

Arti istilah Mobile Banking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut atau disingkat dengan M-Banking. Fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash.

 

Pengertian dan Penerapan E-Banking

Internet Banking pada dasarnya merupakan gabungan 2 istilah dasar yaitu Internet dan Banking (bank). Internet banking yang juga dikenal dengan istilah online banking atau e-banking ini menurut situs wikipedia adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan.

Bagi sebagian orang, internet banking sangat membantu karena bisa melakukan transaksi perbankan di luar jam kerja bank yang sering pendek, dengan hanya membutuhkan koneksi internet dan web browser seperti Internet Explorer.

Kehadiran internet banking membuat perubahan besar dalam layanan perbankan. Segala jenis transaksi yang dulu manual kini bisa diselesaikan tanpa mengenal ruang dan waktu lewat dunia maya. Ada yang bilang, fasilitas internet banking membuat nasabah seperti punya ATM pribadi. Segala jenis layanan perbankan bisa dilakukan sendiri seperti cek saldo, melihat daftar mutasi, pemindah bukuan (transfer rekening), melakukan pembayaran kartu kredit, tagihan telepon dan HP, listrik, PAM dan sebagainya kecuali yang langsung melibatkan uang tunai seperti penyetoran dan penarikan.

Aplikasi teknologi informasi dalam internet banking akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktifitas sekaligus meningkatkan pendapatan melalui sistem penjualan yang jauh lebih efektif daripada bank konvensional.Tanpa adanya aplikasi teknologi informasi dalam internet banking, maka internet banking tidak akan jalan dan dimanfaatkan oleh industri perbankan.Secara umum, dalam penyediaan layanan internet banking, bank memberikan informasi mengenai produk dan jasanya via portal di internet, memberikan akses kepada para nasabah untuk bertransaksi dan meng-update data pribadinya.

Persayaratan bisnis dari Internet Banking antara lain:

  • aplikasi mudah digunakan
  • layanan dapat dijangkau dari mana saja
  • murah
  • aman
  • dan dapat diandalkan(reliable)

 

Di Indonesia, internet banking telah diperkenalkan pada konsumen perbankan sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, Bank Mandiri, BNI, BII, Lippo Bank, Permata Bank dan sebagainya.

Dengan adanya internet banking, memberikan keuntungan antara lain:

1.Business expansion.

Dahulu sebuah bank harus memiliki sebuah kantor cabang untuk beroperasi di tempat tertentu. Kemudian hal ini dipermudah dengan hanya meletakkan mesin ATM sehingga dia dapat hadir di tempat tersebut. Kemudian ada phone banking yang mulai menghilangkan batas fisik dimana nasabah dapat menggunakan telepon untuk melakukan aktivitas perbankannya. Sekarang ada internet banking yang lebih mempermudah lagi karena menghilangkan batas ruang dan waktu.

2.Customer loyality.

Khususnya nasabah yang sering bergerak (mobile), akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas perbankannya tanpa harus membuka account di bank yang berbeda-beda di berbagai tempat.Dia dapat menggunakan satu bank saja.

3.Revenue and cost improvement.

Biaya untuk memberikan layanan perbankan melalui Internet Banking dapat lebih murah daripada membuka kantor cabang atau membuat mesin ATM.

4.Competitive advantage.

Bank yang memiliki internet banking akan memiliki keuntungan dibandingkan dengan bank yang tidak memiliki internet banking. Dalam waktu dekat, orang tidak ingin membuka account di bank yang tidak memiliki fasilitas Internet Banking.

5.New business model.

Internet Banking memungkinan adanya bisnis model yang baru. Layanan perbankan baru dapat diluncurkan melalui web dengan cepat

Sumber :

http://diodavid89.blogspot.co.id/2013/07/pengertian-e-banking-dan-m-banking.htmlInternet Banking, layanan yang fleksibel dan kaya fitur

2. internet banking (i-banking) merupakan salah satu layanan unggulan yang ditawarkan oleh perbankan untuk memudahkan nasabah bertransaksi. Fungsi i-banking bahkan sudah mengungguli ATM. Kecuali untuk tarik tunai, tentunya.

Sejumlah fitur yang ditawarkan i-banking pada umumnya, antara lain:

  1. Informasi rekening dan kartu kredit, yang mencakup posisi saldo, histori transaksi, maupun daftar rekening, termasuk rekening giro, deposito, tabungan rencana, dan lain-lain. Kamu juga bisa melihat informasi kurs di sini.
  2. Transfer dana, baik antar rekening bank yang bersangkutan maupun antar bank. Fitur ini juga mencakup transfer terjadwal.
  3. Pembayaran, baik itu pembayaran tagihan listrik, telepon, kartu kredit, asuransi, sampai e-commerce.

Internet banking memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut:

  1. Bisa diakses dari mana saja, baik itu dari PC, laptop, tablet, maupun ponsel. Nggak masalah kamu ada di belahan dunia mana, yang penting ada koneksi internet.
  2. Enggak terikat waktu. Kamu bisa mengaksesnya kapan saja 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
  3. Dilengkapi dengan sistem pengamanan berlapis. Untuk melakukan transaksi non-finansial seperti mengecek saldo dan mutasi rekening, kamu cukup memasukkan user ID dan password. d. Untuk perubahan data maupun transaksi finansial seperti transfer dana dan pembayaran, kamu perlu menggunakan token yang bisa didapatkan dari bank yang bersangkutan. Token ini berfungsi sebagai otentikasi transaksi.

Tapi, meski cukup aman, bukan berarti sistemnya tanpa celah. Penjahat dunia maya bisa saja mendapatkan data perbankanmu dan melakukan transaksi menggunakan identitasmu. Makanya, pastikan perangkat yang kamu gunakan bebas virus dan hindari menggunakan koneksi internet terbuka seperti WIFI publik.

Pengertian E-Banking.

Perbankan Elekronik atau E-banking yang juga dikenal dengan istilah internet banking ini dapat di definisikan sebagai jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet.

Dari waktu ke waktu, semakin banyak bank yang menyediakan layanan atau jasa internet banking yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Adanya E-Banking ini adalah hasil dari perkembangan teknologi informasi yang dimanfaatkan oleh bank untuk menjawab keinginan nasabah perbankan yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat (24 jam/hari, 7 hari/minggu) dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, Komputer, laptop/ note book, PDA, dan sebagainya.

Di Indonesia, internet banking telah diperkenalkan pada konsumen perbankan sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, Bank Mandiri, BNI, BII, Lippo Bank, Permata Bank dan sebagainya. Internet banking telah memberikan keuntungan kepada pihak bank antara lain:

Business expansion

Customer loyality

Revenue and cost improvement

Competitive advantage

New business model

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2931589/ini-bedanya-internet-banking-mobile-banking-dan-sms-banking

https://www.it-jurnal.com/pengertian-e-banking/

 

3.

  1. Kelebihan E-banking :
  • Tidak Perlu Antri dan Repot

Nasabah bisa langsung melakukan kegiatan perbankan di rumah tanpa harus antri di bank, terutama saat bulan muda – dimana jumlah nasabah yang membutuhkan layanan bank akan memblundak. Kamu bisa mengecek saldo, melakukan transfer dana baik antar bank yang sama atau antar bank yang berbeda tanpa repot.

  • Hemat Waktu.

Kamu tidak perlu menghabiskan waktu seharian hanya untuk menyelesaikan berbagai kewajibanmu di bank. E-banking akan menolong kamu menghemat waktu. Bahkan kamu bisa melakukan transaksi saat sedang bekerja, di mobil, atau pun di rumah.

Alat Transaksi Pembayaran.

Selain aktivitas perbankan yang disebutkan di atas, kamu juga bisa melakukan transaksi pembayaran untuk pembelian tiket, membayar cicilan rumah dan kartu kredit, juga bayar membayar tagihan lainnya dengan mudah.

 

Murah

Internet saat ini sudah masuk dalam kategori murah karena ada belasan provider internet yang bisa kamu temui dan semua menawarkan layanan termurah. Kalau dibandingkan dari segi biaya yang kamu keluarkan dengan ke bank, kemacetan, dan tenaga, e-banking lebih murah dan efisien.

Cepat

Buat kamu yang sibuk dan bekerja, akses cepat ke perbankan adalah suatu keharusan. Lewat e-banking, kamu bisa tahu apakah transfer uang proyek sudah masuk tanpa harus menelpon bank untuk cari tahu. Kamu juga bisa mengecek saldo dan mentransfer uang secepat yang kamu mau hanya dengan mengunakan jarimu.

 

Kekurangann e-banking :

 

Rawan pembobolan

Kurang privasi

Tergantung pada eternet.

Target dari cybercrime.

 

Kelebihan SMS banking dan mobile banking

 

  • Bisa diakses di mana saja dan pakai handphone apa saja asal ada sinyal dan menggunakan kartu yang nomornya sudah didaftarkan.
  • Transfer atau kirim uang bisa langsung sampai (real time) meskipun tujuannya ke lain bank.

 

Kekurangan SMS banking dan Mobile banking

 

  • Tidak bisa ambil uang tunai.
  • Tidak bisa pakai sembarang nomor kecuali nomor hp yang sudah didaftarkan.
  • Biaya akses memakan pulsa lumayan mahal bila harus dibandingkan dengan internet banking.

Sumber : https://www.halomoney.co.id/blog/kelebihan-dan-kekurangan-e-bankinghttps://uangindonesia.com/kelebihan-dan-kekurangan-internet-banking/

4.

  1. Pencurian Melalui Internet

Kasus: Pencurian Uang via Internet Banking!

 

Setelah heboh pembobolan dana nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM), kini pencurian “tingkat tinggi” dilakukan dengan menggunakan internet banking yang disediakan sejumlah bank.

 

Demikian disampaikan Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Winston Tommy Watulio yang didampingi Kabid Humas Polda AKBP Boy Rafli, Selasa (2/2/2010).

 

“Fasilitas banking dari nasabah bersangkutan, di-intersat secara ilegal oleh terasangka dengan mengambil data-data. Setelah memperoleh data-data nasabah, pelaku kemudian melakukan konfigurasi PIN atau password, sehingga tersangka dapat mengambil dana,” jelas Winston.

 

Menurut Winston, “maling canggih” ini juga kerap mengambil kesempatan dari kebiasaan nasabah menggunakan password atau PIN, sesuai dengan data-data formal seperti tanggal lahir dan lain-lain.

 

Dari kasus pencurian menggunakan internet banking ini, kata Winston, polisi sudah berhasil meringkus satu orang tersangka, EYN dan masih mengejar tersangka lainnya berinisial HH.

 

Dari tersangka EYN yang kini meringkuk di tahanan Polda Metro Jaya, polisi menyita sejumlah barang bukti satu unit laptop, modem, flash disk dan satu buah handphone.

 

Uang yang dicuri senilai Rp60 hingga Rp100 juta. Dan ini bisa saja terus berkembang. Korbanya ada dua AS dan WRS, dua-duanya karyawan,” kata Winston.

 

Para tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP, UU RI No 25 Tahun 2003 tentang pidana pencucian uang, dan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Langkah yang sudah dilakukan polisi terkait kasus ini antara lain, memeriksa 10 saksi, menahan tersangka, menyita barang bukti dan penyidikan berkas perkara bersama Jaksa Penuntut Umum untuk persiapan tahap dua.

 

“Kejadiannya dimulai pada 25 Januari 2009 dan 27 sampai 31 Agustus di kawasan Jakarta Selatan,” pungkasnya.

 

Analisa Kasus : kasus diatas melanggar undang-undang ITE tahun 2008 Pasal 30 ayat 2 yang berbunyi “Setiap  Orang  dengan  sengaja  dan  tanpa  hak  atau  melawan  hukum  mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.” , Pasal 36 yang berbunyi “Setiap  Orang  dengan  sengaja  dan  tanpa  hak  atau  melawan  hukum  melakukan  perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.” Dan Pasal 37 “Setiap Orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang dilarang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 di luar wilayah Indonesia terhadap Sistem Elektronik yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.”

 

Solusi : Sekarang di setiap Internet Bankking diperlukan suatu alat yang disebut dengan token/key yang fungsinya menghindari para nasabah dari kejahatan seperti cara diatas, karena dengan adanya token/key nasabah diharuskan login ke website  bank bersangkutan dan saat melakukan transaksi nasabah harus menekan kode token/key tersebut.

Selain cara diatas bisa juga dengan menghimbau nasabah untuk tidak menggunakan data-data formal seperti tanggal lahir, nomor telp, dsb. Karena hal tersebut akan mudah ditebak oleh pelaku.

 

Kasus M-banking :

 

Saya tertarik untuk membahas terhadap kasus yang diceritakan oleh teman saya @D3551 yang menceritakan

bahwa terjadi kasus dimana temannya mendapatkan SMS kemudian me-reply-nya dan terjadilah pembobolan pada saldo rekening tabungannya hingga mencapai puluhan juta rupiah.Dari situ saya akan coba menganalisanya bahwa kejadian tsb terjadi karena membalas SMS sehingga kita anggap terjadi pembobolan rekening melalui media SMS Banking.

Oke,kita bedah satu per satu, pertama pastikan dulu korban tersebut telah mendaftarkan/mengaktifkan fitur SMS Banking,jika belum mendaftar atau mengaktifkan layanan SMS Banking maka kejadian tsb bukan karena SMS Banking.Akan tetapi jika sudah mendaftarkan/mengaktifkan layanan SMS Banking maka harus dipastikan bahwa nomor yang dipakai saat ini(nomor yang digunakan untuk me-reply SMS tsb) adalah nomor yang didaftarkan pada layanan SMS Banking.

Kedua,perlu diketahui sebelumnya bahwa fitur/layanan SMS Banking itu ada 2 bentuk,yang pertama itu

dari pihak Bank menyediakan Aplikasi SMS Banking yang harus didownload pada Handhone si user,sehingga

aktifitas SMS Banking hanya bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut(sehingga mustahil jika dengan me-reply SMS maka saldo bisa dibobol karena aksesnya ditutup),kedua melalui fitur SMS biasa (ini adalah fitur SMS Banking yang lama) misalnya kita bisa lakukan dengan mengetikkan SMS seperti: (TRN 0127837383 500.000 –  contoh format dibacanya –> TRN: Kode Transaksi transfer, Nomor rekening dan Nilai nominal transfer) kemudian biasanya dikirimkan pada nomor SMS Center dari Bank tsb dan biasanya

nomor SMS Center Bank itu pendek dan unik semisal: 4040, 1717, 2424..jadi kalo kita reply ke nomor HP biasa

seperti: 081xxxxxxxx serasa aneh..karena pihak Bank mustahil memasang SMS Center dengan nomor yang biasa

digunakan oleh pengguna ponsel. Dan perlu ditambahkan bahwa untuk fitur SMS Banking dari pihak Bank

terkaitpun sudah menaikan layer sekuritinya dengan harus memasukan ‘security code’ yang bisa berbentuk TOKEN yaitu kode yang digenerate setiap kita mau melakukan transaksi. Token itu digenerate dari piranti yang

diberikan pihak Bank berupa semacam kalkulator kecil.Proses generate kode token tsb pun tidak semua sama,

karena rumus kode dari setiap mesin token yang diberikan oleh pihak Bank itu berbeda-beda, kemudian dalam

setiap transaksi itu dari pihak Bank memberikan limit transaksi harian sehingga jika seseorang mengaku telah

dibobol rekeningnya pada satu hari dan mencapai puluhan juta sedangkan limit transaksi maksimal yang biasa

diterapkan oleh kebanyakan Bank adalah 10 juta maka hal tersebut mustahil terjadi,dan yang paling

akhir yaitu kita harus memasukkan password SMS Banking kita. Dari situ sendiri kita sudah bisa membayangkan

berapa tahapan yang harus dilalui untuk bisa menembus sistem keamanan SMS Banking tersebut kalaupun hanya

dengan me-reply SMS kemudian saldo terpotong itu kemungkinannya sangat kecil sekali.

Oke,kalopun masih tidak puas terhadap paparan teknis dan skenario diatas,maka yang perlu dilakukan oleh korban adalah meminta ‘LOG Transaksi’ dari pihak Bank terkait tentang periode kejadian yaitu tanggal dan jam berapa, karena semua aktifitas rekening itu SELALU tercatat,nah dari Log transaksi tersebut maka akan terlihat

proses pendebetan rekening korban itu tipe transaksinya apa,tanggal dan jam berapa,siapa user yang melakukannya,dsb. Dari situ bisa ketahuan dan diambil kesimpulan bagaimana proses terjadinya pembobolan rekening tersebut. Jika dicek saldo berkurang tapi tidak ada catatan di Log Transaksi bagaimana proses pembobolan rekening, maka korban berhak untuk mensomasi pihak Bank,karena pihak Bank bertanggungjawab terhadap keamanan rekening dan history transaksinya.

Akan tetapi jika bobolnya rekening tercatat di log transaksi secara jelas namun si korban tidak mau mengakui telah melakukan transaksi maka kita harus tanyakan kepada korban apakah pernah memberi tahu orang lain

tentang username dan password SMS Bankingnya,kalaupun si korban tidak pernah merasa memberi tahu user name dan password SMS Bankingnya pada orang lain maka kemungkinan terakhir korban telah digendam oleh orang lain kemudian disuruh untuk melakukan transaksi melalui SMS Banking.

Begitulah sharing saya tentang penelusuran modus kasus pembobolan rekening melalui SMS Banking,

semoga bisa menjadi manfaat. Terima kasih.

Sumber :

http://kelompok4cuy.blogspot.co.id/2013/04/contoh-kasus-2.html

https://www.kompasiana.com/dennio/menelusuri-modus-pembobolan-rekening-via-sms-banking_5509091ca333112b452e3ae3

5.

  1. Contoh kasus bunga harian :

Kumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menghitung bunga.

Buka program kertas kerja di komputer untuk menghitung bunga harian.

Isi label di kolom A, baris 1-4, dengan Pokok, Suku Bunga, Periode, dan Bunga harian.

Masukkan detail untuk transaksi spesifik di kolom B, baris 1-3 sesuai dengan labelnya.

Buatlah fungsi di sel B4 untuk menghitung bunga tahunan sebagai jumlah harian.

 

Contoh kasus bunga bulanan : seperti kita berbelanja di supermarket kebutuhan bulanan harus tercukupi

Contoh kasus bungan tahunan seperti : kita membeli sepeda motor kredit maka akan dikenakan bunga setiap taunnya.

Sumber :

https://id.wikihow.com/Menghitung-Bunga-Harian

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s