Pert 1 Manaj layanan.

Section 1.

Pengantar : Terbagi menjadi 3 sub materi diantaranya adalah berikut dibawah ini :

Bagaimana cara memahami manajeman layanan, sebelum masuk ke dalam topik menurut saya pengertian Manajemen itu sendiri adalah melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain (management is getting done trough other people). Definisi tersebut kelihatanya belum lengkap, Karena manajemen sebagai penggerak dalam organisasi itu untuk mencapai tujuan. Manajemen didefinisikan sebagai suatu proses social, yang direncanakan untuk menjamin kerjasama, partisipasi, intervensi dan keterlibatan orang lain dalam mencapai sasaran tertentu atau yang telah ditetapkan dengan efektif. Jadi kalau untuk memhami manajeman layanan kita sebagai manusia jadi harus saling bekerja sama dan memperdalam sosial kita dalam membangun sebuah manajeman agar bisa berjalan dengan baik dan efektif kedepannya.
 Kenapa sangat penting untuk perusahaan : iya sangat penting sekali buat perusahaan karena, dalam perusahaan kita membutuhkan manajemen untuk menjalankan proses perusahaannya. Untuk mengolah yang ada dalam perusahaan dan harus menggunakan prinsip manajemen jika tidak memakai prinsip manajemen maka perusahaan tersebut tidak bisa berjalan atau beroperasi dengan baik. Kemudian unit yang paling penting itu adalah CPU (Central Processing Unit) yang mengendalikan semua unit sistem komputer yang lain, dan mengubah input menjadi output.
CPU mencakup satu unit penyimpanan yang disebut PRIMARY STORAGE, yang berisi data yang sedang diolah, yaitu suatu daftar instruksi yang mengolah data.
Istilah Software digunakan untuk menggambarkan satu atau beberapa program aplikasi.
Control Unit, membuat unit bekerja sama untuk membentuk suatu sistem.
Aritmatic Logical Unit, tempat berlangsungnya operasi perhitungan dan logika.
Nama Processor, digunakan untuk menggambarkan isi Control Unit dan ALU yang mengolah isi “Penyimpanan Primer”.
Karena Penyimpanan Primer terbatas kapasitasnya, diperlukan suatu area penyimpanan tambahan, yang disebut dengan “Penyimpanan Sekunder”, yang menyediakan tempat untuk menyimpan program dan data saat tidak diperlukan.
Program yang disimpan Software Library.
Data yang disimpan Database.
Hasil pengolahan tersebut dicatat oleh Unit Output.
Jadi komputer sebagai elemen dari sistem informasi karena komputer adalah alat untuk mencari , memproses dalam mencari informasi yang dibutuhkan oleh setiap organisasi untuk mempermudah pekerjaan mereka dalam mengambil keputusan-keputusan.
 Bagaimana manajeman layanan dapat membantu penyediaan layanan untuk membelikan dan mengolola layanan ini ? karena Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien itu sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless). Jadi Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice”.

ITIL.

Kerangka ITIL : dalam kerangka ITIL terbagi menjadi 3 diantaranya itu adalah ada standard untuk manjeman layanan TI, Komponen-komponen itil, dan tujuan.

 Standard untuk manajeman layanan TI, saya akan menjelaskan sedikit tentang pengertian itil jadi apakah yang dimaksud dengan ITIL itu ? ITIL atau Information Technologi Infrastruktur Library merupakan standard kualitas pelayanan IT dalam suatu perusahaan atau corporate. Dalam hal ini ITIL akan menyediakan sebuah framework yang digunakan dalam manajemen IT sehingga menjadi lebih baik. Di dalam framework ITIL, unit-unit bisnis di dalam organisasi yang memberikan komisi dan membayar pelayanan untuk IT (seperti bagian Human Resource, Accounting) dianggap sebagai “pelanggan” layanan IT. Organisasi IT merupakan penyedia layanan untuk pelanggan tersebut. Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL akan mendapat berbagai keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen, pembiayaan akan efektif dan efisien, perubahan IT lebih mudah untuk diatur, dan pada akhirnya berdampak pada pendapatan perusahaan itu sendiri.
 Komponen komponen dalam ITIL : terdapat dua komponen dalam ITIL diantaranya yaitu Service Support (yaitu aktifitas yang dilaksanakan minimal setiap hari)
Service Delivery (yaitu aktivitas yang dilaksanakan minimal setahun/kuartal/bulanan).
 Tujuan ITIL adalah : untuk menyediakan petunjuk dan praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan.

Section 2.

 Strategi layanan : Layanan Strategi adalah tahap pertama dari ITIL Service Management Lifecycle. Ini adalah poros di mana siklus berputar. Fase ini digunakan untuk menetapkan strategi keseluruhan untuk layanan TI yang direncanakan organisasi dan manajemen layanan (ITSM) praktek. Ini memuncak dalam rencana strategis yang menentukan bagaimana layanan TI yang direncanakan organisasi dan kebijakan dan proses ITSM akan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Layanan Strategi fase membantu memastikan bahwa organisasi siap untuk mengelola biaya dan risiko yang terkait dengan memulai layanan-layanan baru. Dalam fase ini, organisasi melakukan hal berikut:. Tentukan ruang pasar untuk layanan TI yang direncanakan. Menetapkan harapan kinerja untuk melayani pelanggan. Mengidentifikasi, memprioritaskan, dan pilih peluang. Mengembangkan kebijakan, pedoman, dan proses yang akan digunakan untuk mengelola layanan TI .

 Resiko TI
dampak kegagalan investasi bidang TI (risiko) berpotensi mematikan kelangsungan bisnis.
Terdapat gejala-gejala tidak terkontrolnya TI yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:
• manajemen bisnis dan manajemen TI jarang atau tidak saling berkomunikasi,
• pimpinan unit TI tidak memahami kebutuhan bisnis,
• pimpinan unit bisnis tidak memahami potensi inovasi berbasis TI,
• pimpinan unit bisnis tidak memiliki rasa memiliki terhadap inisiatif TI,
• pengelolaan TI terlalu birokratis dan lambat untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis,
• implementasi-implementasi TI sering gagal dalam memenuhi kebutuhan bisnis atau terlambat dalam penyelesaiannya dan melampaui anggaran yang disediakan,
• risiko pemanfaatan TI tidak dipahami atau dikelola secara efektif sebagai bagian dari risiko bisnis,
• kegagalan unit TI organisasi untuk mematuhi ketentuan regulator atau kontrak dengan penggunanya, dan
• tolok ukur keberhasilan unit TI dipandang tidak ada artinya bagi unit bisnis pengguna.
Jenis Penyedia Layanan :
• Tipe I: ada dalam sebuah organisasi semata‐mata untuk memberikan layanan kepada satu khusus unit bisnis
• Tipe II: melayani beberapa unit bisnis dalam organisasi yang sama
• Tipe III: beroperasi sebagai penyedia layanan eksternal melayani beberapa pelanggan eksternal
4 ‘P’ dari Strategi
• Perspektif: visi yang khas
• Position: keunikan posisi sebagai dasar untuk berkompetisi
• Plan: bagaimana provider layanan akan mencapai visi
• Pattern: pola dasar yang berulang dalam decision making, biasanya berdasarkan „tema pokok‟ atau „guiding principles‟ atau „kebijakan umum‟.
Manajemen Layanan sebagai Aset Strategis:
Penggunaan ITIL untuk mengubah kemampuan manajemen layanan menjadi aset strategis, dengan menggunakan Manajemen Layanan untuk memberikan dasar bagi kompetensi inti, kinerja khusus dan keuntungan tahan lama, serta meningkatkan potensi penyedia layanan dari:
• kapabilitas: kemampuan penyedia layanan (dalam hal manajemen, organisasi proses, pengetahuan dan orang‐orang) untuk mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya
• sumber daya: masukan langsung untuk memproduksi layanan, misalnya keuangan, modal, infrastruktur, aplikasi, informasi dan orang‐orang.
Faktor Kritis Sukses (CSF): identifikasi, pengukuran dan review berkala faktor kritis sukses untuk menentukan aset layanan yang diperlukan untuk keberhasilan menerapkan strategi layanan yang dikehendaki.
Otomatisasi proses manajemen layanan
Otomatisasi proses bisnis merupakan kaitan berbagai komponen dalam menangani bisnis. mulai dari input hingga distribusi dengan memanfaatkan bantuan teknologi secara optimal dan campur tangan manusia secara minimal. Dengan demikian akan membuat proses bisnis perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien digunakan dan dikelola. Pada akhirnya perusahaan dapat meletakkan landasan yang kuat untuk integrasi bisnis sehingga perusahaan mampu berkompetisi dengan lebih baik lagi

Section 3.

 Desain layanan, desain layanan dalam manajeman terbagi menjadi 4 bagian diataranya adalah ada mengapa design layanan, 5 aspek utama design layanan, tujuan design layanan, dan terakhir paket design layanan. Berikut ini saya akan menjelaskan satu per satu yang sudah saya sebutkan diatas.

Apakah Pengertian design layanan ? desain layanan adalah tahap dalam siklus hidup layanan secara keseluruhan dan merupakan elemen penting dalam proses perubahan bisnis. Peran Desain Layanan dalam proses perubahan bisnis dapat didefinisikan sebagai: Desain yang tepat dan inovatif layanan TI, termasuk arsitekturnya, proses, kebijakan dan dokumentasi, untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan bisnis yang telah disepakati.
Berikut ini adalah 5 aspek utama design layanan adalah Proses pemberian layanan pelanggan yang ekselen (excellent customer service), maka terdapat lima elemen kunci yang layak diperhatikan. Kelima elemen kunci itu adalah sebagai berikut.
– Reliabilitas.
– Assurance
– Tangibel
– Empati.
– Responsif
Dan inilah Tujuan dan sasaran utama Desain Layanan adalah sebagai berikut:
• Desain layanan untuk mempertemukan manfaat bisnis yang telah disetujui
• Desain proses untuk menunjang sikus hidup layanan
• Mengidentifikasi dan mengelola resiko
• Desain keamanan dan kerentanan infrastuktur TI, lingkungan layanan, arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen untuk menunjang desain dari kuaitas solusi TI
• Membangun keahlian dan kemampuan dalam TI
• Berkontribusi terhadap keseluruhan peningkatan kualitas layanan TI Prinsip Kunci Desain layanan dimulai dengan seperangkat persyaratan bisnis dan diakhiri dengan pengembangan desain solusi layanan untuk menselaraskan persyaratan 20 dokumen bisnis dan manfaat dan menyediakan kedalam sebuah Paket Desain layanan (SDP) untuk dimasukan kedalam Transisi Layanan.

Dan disini juga terdapat apakah Paket design layanan itu ?, sebenarnya paket yang ditawarkan pada manajeman design layanan itu cukup banyak hanya saja saya disini hanya mengambil paket design “Industri” Paket Design Industri adalah paket yang diperuntuhkan untuk Industri Pabrik yang membutuhkan jasa jesain. Desain yang dikerjakan adalah seluruh desain yang dibutuhkan. Kecuali desain Logo dan Website. Adapun untuk Paket Desain Corporate++ kami memberikan layanan lebih dengan penambahan desain Blog Profesional yang terintegrasi dengan Media Sosial (Facebook dan Twitter).
Berikut Dibawah ini adalah sumber-sumber referensinya :

http://gietastrory.blogspot.co.id/2011/01/manajemen-pelayanan-publik.html

https://elrafa.wordpress.com/2010/03/05/it-infrastucture-library-itil/
http://blog.kangismet.net/2013/11/css-position-property-dan-valuenya.html

Asset Lifecycle Management / Configuration Management (Manajemen Siklus Hidup Aset / Manajemen Konfigurasi)

http://rajapresentasi.com/2009/04/lima-aspek-kunci-dalam-pelayanan-pelanggan-customer-service/
http://123desaingrafis.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-layanan-desain.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s